Jumat, 18 April 2014

Bang Sat Pam

Sekali waktu, saat pulang kerja melewati gerbang yang dijaga dua orang satpam, kulihat seorang pekerja kontraktor dipanggil oleh seorang satpam - kita panggil dia dengan sebutan Abang untuk menghargainya, jadi panggilannya adalah Bang Sat Pam - karena tidak menggantungkan tanda pengenal sebagaimana mestinya. Dengan penuh ketaatan akan menjalankan peraturan Bang Sat Pam ini menghardik "Remeh sekali kau. Keluar sana dan pasang peneng yang benar!" Luar biasa lagaknya, untuk masalah yang sepele. Kontraktor tadi, malu-malu seperti taik dibuang, keluar gerbang dan memasang tanda pengenal seperti yang diinginkan Bang Sat Pam, kemudian masuk lagi. Bang Sat Pam hanya melirik dengan ganas, tetapi tidak ada kesalahan lainnya, jadi dia membiarkan kontraktor tersebut berlalu.

Jika para Bang Sat Pam seserius itu menjaga pabrik, bisa dipastikan tidak ada orang yang tidak berkepentingan yang akan berkeliaran di dalam pabrik malam hari, dan angka pencurian di dalam bisa ditekan sampai minimum. Tetapi harapan itu masih jauh dari kenyataan, sepertinya. Gertak Bang Sat Pam hanya dipermukaan saja, malam hari mereka menciut seperti alat vital orang tua. Loyo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar