Kamis, 30 Januari 2014

Maling di pabrik

Pagar tembok tinggi mengelilingi lokasi pabrik Indah Kiat Perawang, dengan petugas keamanan yang menjaga setiap pintu masuk, tetapi malam hari orang-orang tidak dikenal berkeliaran di sekujur wilayah pabrik, dengan jumlah lebih ramai dibandingkan dengan pengunjung Pasar Minggu di pinggir Sungai Siak. Mereka merambah wilayah pabrik dengan tujuan mencari benda-benda yang laku di penadah di luar pabrik, mulai dari kabel, besi, tembaga, pipa-pipa dan berbagai barang lainnya. Security yang bertugas tidak mampu menghalangi orang-orang ini. Sebagian besar dari mereka adalah ibu-ibu - dikenal dalam pabrik dengan sebutan inang-inang - yang kuat merenangi paril dalam dan mengangkat pipa stainless sampai diameter ukuran belasan inci dengan enteng.

Yang laki-laki - yang ini dikenal dengan sebutan amang-amang - lebih ganas. Petugas keamanan sama sekali tidak mereka takuti. Biasanya hanya beberapa orang yang beroperasi, yang lainnya berlindung dalam kegelapan, siap melarikan hasil jarahan secara berantai. Mereka juga bersiap memberi bantuan kepada rekan mereka sesama maling jika kesulitan karena kepergok karyawan ataupun petugas keamanan. Mereka menargetkan bahan-bahan yang lebih bernilai: pompa dengan motor listrik yang terpasang, baha-bahan stainless, kabel pada motor listrik. Bahkan kabel listrik dari peralatan yang sedang hiduppun bisa mereka jarah. kabelnya dikampak, sehingga putus dengan sekali pukulan, kemudian dibawa lari. Kabel tegangan tinggi disiram bensin kemudian dibakar. Saat trip, kabel diputus dengan kampak dan dibawa lari.

Jika ada peralatan yang hilang dicuri, karyawan yang bertugas di area tersebut akan menghadapi masalah. Terlebih jika sikaryawan tidak mengetahuinya, masalah yang dihadapinya bisa lebih berat. Jika dia mengetahui proses pencurian yang sedang berlangsung dan langsung menghubungi petugas keamanan, kewajibannya dianggap selesai, walaupun peralatan tersebut hilang digondol maling. Walaupun perusahaan sangat menegaskan kepada karyawannya untuk melindungi aset perusahaan, tetapi tidak pernah secara tegas menginstruksikan untuk mencegah maling dengan cara apapun. Lihat maling sedang beraksi, hubungi petugas keamanan, beres. Tidak ada karyawan yang mau menjadi pahlawan, karena tidak mau menghadapi kemungkinan balas dendam dari si maling di luar pabrik. Untuk kasus yang ini, perusahaan sama sekali lepas tangan.

Dulu ada karyawan yang memergoki antara petugas keamanan pabrik dengan orang-orang luar, di dalam lokasi pabrik. Menyadari bahwa itu adalah aksi pencurian - yang dilakukan oleh petugas keamanan, seperti pagar makan tanaman, dengan rasa loyalitas pada perusahaan, karyawan tersebut merekam kejadian tersebut melalui handphonnye dan melaporkan hal tersebut. Petugas keamanan yang terlibat diproses dan terancam PHK, sementara sikaryawan mendapat penghargaan dan hadiah sebesar lima ratus ribu rupiah. Kemudian terorpun dimulai.

Petugsa keamanan yang berkasus tadi mengintimidasi keluarga karyawan tadi. Mereka mengancam, menakut-nakuti dan melakukan berbagai hal yang meneror kehidupan si karyawan dan keluarganya. Ketakutan, kayawan tadi mohon ke kepala divisinya (direktur) supaya keluarganya bisa tinggal di mess karyawan asing untuk sementara untuk keamanan mereka. Si direktur tadi dengan santai bilang, "itu sudah resiko kamu. Kamu kan sudah ambil hadiahmu".

Lima ratus ribu rupiah. Itulah nilai keluarga si karyawan yang terancam tadi di mata perusahaan melalui direkturnya - seorang Cina - yang hati nuraninya sudah diberikan ke anjing. Cerita tersebut beredar ke seluruh pabrik, dan sejak saat itu, para karyawan hanya bersikap - ambil apa yang kau suka  pada para maling, selama mereka tidak diganggu. Tugas mereka hanya menelepon satpam setiap ada kemalingan. Jika ada yang digondol maling, laporkan ke atasan juga. Beres.

Karyawan sediri juga mengambili apa saja, terutama kabel, yang jika dikupas, harga tembaganya mahal di luar pabrik. Jika tertangkap, dan ini seringkali terjadi, ancamannya sama seperti maling biasa. Di PHK, dan dipolisikan. Beritanya diekspos besar-besar untuk menakuti karyawan lainnya supaya tidak melakukan hal yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar