Akhir-akhir ini air yang ada di toilet di tempat kerja berbau agak busuk, seperti bau daunan yang sudah terendam lama dalam air. Air di mess dan di KPR malah lebih parah, kadang ada kotoran coklat yang mengendap di dasar bak.
Apakah air untuk karyawan dan perumahan dibedakan dengan air yang dipergunakan untuk pembuatan kertas? Setahuku, proses pembuatan kertas membutuhkan air yang sangat bersih untuk menghasilkan kertas yang juga sangat bersih. Jika air yang sama dengan yang dikirim ke mess dan KPR dipergunakan juga untuk membuat kertas, hasilnya pasti akan berantakan.
"Airnya dari sumber yang sama, kok", kata seorang kenalan di seksi water-1. "Air dari tempat kami dikirim ke kantor besar, ke mess Taiwan, mess 26K dan KPR".
Kok mutu airnya kelihatannya berbeda? "Oh, itu kemungkinan karena airnya tidak bergerak terus dalam pipa. Saat air diam dan tergenang, ada kemungkinan bisa tercemari, katakanlah oleh karat pipa, misalnya". Oh begitu. Solusinya? "Kalau tinggal di KPR, disarankan untuk memasang saringan air tambahan. Sederhana saja. Pasir saja sudah cukup. Atau, sebelum dipakai, air dibuang dulu sebentar, sampai bersih, baru dimasukkan bak".
Mengenai bau daunan busuk? Baunya terasa, terutama air di pagi hari.
"Kami curiga itu bau limbah yang terisap kembali oleh pompa kami". Sudah menjadi rahasia umum bahwa malam hari seringkali limbah pabrik dibuang begitu saja ke sungai Siak tanpa diolah. Musim hujan tidak begitu terasa, tetapi jika sudah lama tidak hujan seperti sekarang ini, akan terasa sekali. Siang hari konduktifiti air sungai Siak hanya seratusan saja, sedangkan dimalam hari bisa mencapai dua ratusan atau tiga ratusan. Apa itu konduktifiti dan efeknya?
"Konduktifiti adalah kemampuan air menghantarkan listrik, yang disebabkan oleh kandungan kotoran dalam air. Semakin tinggi konduktifiti, semakin kotor air dan semakin sulit mengolahnya", kata kenalan dari water tersebut.
Aku ingat beberapa waktu lalu masalah air sempat dihebohkan dengan adanya busa. Buletin Mingguan yang dikelola manusia MBOS (seorang kawan mempelesetkan MBOS menjadi management based on shit) menyebutkan karyawan water sebagai "lebih bodoh dari keledai, karena keledai saja tidak mau jatuh di lubang yang sama dua kali". Rupanya kasus air berbusa itu sampai terjadi dua kali, sampai-sampai air isi ulang produksi koperasi IKPP yang ikut berbusa tidak ada yang mau minum.
"Itu karena si penulis berita hanya memandang dari sudut pandang dia saja dan kenyataan bahwa air berbusa dan seolah itu adalah kesalahan karyawan water", jelas rekan water tersebut . Diduga penyebab busa adalah sejenis bahan kimia bernama OBA, yang dipergunakan untuk meningkatkan kecerahan kertas.
"Menjadi keledai bodoh memang tidak bagus, tetapi lebih jelek lagi untuk menjadi anjing yang cuma menggonggong", tambah rekan water tadi. Maksudnya si penulis berita (namanya tidak tercancum di berita Buletin Mingguan MBOS tersebut) adalah seekor anjing?
"Bisa jadi lebih buruk. Dia cuma menggonggong melalui tulisannya, berdasarkan fakta dan analisa sepihak tanpa menawarkan solusi apapun".
Seksi air memang vital, walaupun keberadaannya sering terabaikan karena dianggap sepele. Eksistensinya terombang-ambing dalam struktur organisasi operasional IKPP: dulu di bawah naungan utility (bersama dengan elektrik dan power), kemudian menjadi seksi sendiri, berkembang seiring ekspansi gila-gilaan Indah Kiat, kemudian menjadi department dengan beberapa seksi di bawahnya. Selama ini tergabung bersama seksi (kemudian departemen) limbah, dibawah divisi SEP (bersama safety), WEP (hanya water dan limbah), kemudian beberapa tahun yang lalu dilebur ke dalam CEP. "Ah, kami hanya anak tiri di CEP", kata kawan water tadi melanjutkan. "Perhatian ke kami sangat kurang. tengok saja kasus limbah pertengahan tahun 2013 lalu". Kasus limbah yang berantakan tersebut mengkambinghitamkan seorang keling India yang bernama Shinha, yang kemudian di PHK. Padahal kabarnya saat itu Shinha sedang cuti sebulan.
Pernah nggak ada sabotase - memasukkan sesuatu ke dalam tempat penyimpan air bersih - sehingga kualitasnnya kacau dan seluruh line produksi berantakan? "Selama ini belum pernah sih. Entah kalau kedepan. Yang jelas kalau ada keributan dan orang-orang menuju ke water untuk melakukan sesuatu, silahkan saja. Paling kami hanya melaporkan saja."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar