Sebagai buruh kasar yang hanya mengandalkan otot dan sedikit sekali memanfaatkan otak, tentu saja kami sedikit sekali memahami arti dari manajemen. Bagi kami manajemen adalah segala sesuatu mengenai memberi perintah, dan menuntut hasil dan tidak memberi ruang kegagalan dalam bentuk apapun. Ini yang kami alami sehari-hari.
Pekerjaan kami lebih kepada "menjalankan perintah tanpa banyak tanya" dalam kondisi apapun. Jika perintah itu datang dari si mata sipit Taiwan atau Malaysia, maka perintah itu akan segera dilaksanakan tanpa tunda, seolah itu adalah sabda dewa. Hal yang sama juga berlaku untuk si mata sipit lokal, yang kadang ganasnya melebihi si mata sipit mancanegara.
Dengan pemberi perintah dari negara lain, terutama India, lebih banyak berdebat dulu mencari helah sebelum perintahnya dilaksanakan. Bagaimana dengan perintah dari manusia lokal, yang kebetulan lebih berkuasa? Lebih kurang sama.
Itulah manajemen menurut pengertian kami. Semuanya adalah tentang memberi perintah dan menjalankan perintah.
Karena perintah sering ngadat lambat dan kadang tidak dilaksanakan, walaupun yang bersabda manusia dewa dari Taiwan atau Malaysia, dipikirkanlah cara-cara supaya bagaimana setiap perintah dan keinginan dijalankan sebagaimana mestinya. Pernah dicanangkan hadiah-hadiah untuk hasil yang luar biasa, kemudian ketahuan ternyata hasil luar biasa itu hanya di atas kertas saja, di lapangan tetap bobrok. Laporan indah-indah hanya untuk menuntut hadiah saja.Datanglah ide hukuman dan denda.
Jika kau melanggar sesuatu, kau dihukum. Wajar. Sangat normal.
Jika kau tidak melakukan sesuatu (perintah), atau kau lamban melakukan sesuatu, kau juga dihukum. Ini ide baru untuk menanamkan ketakutan atas setiap buruh pabrik IKPP yang selama ini merasa aman. Kau terlambat datang meeting dengan atasan, kau akan dihukum. Kau standby saat piket di ruang pengap, kemuan telepon berdering dan kau temlambat mengangkatnya, kau akan dihukum. CCTV dipasang di ruang standby piket untuk memantau gerak gerik buruh pekerja. Lakukan sesuatu yang dianggap tidak wajar, kau akan dihukum.
Malam hari banyak patroli berkeliaran di sekujur area pabrik, untuk mengintai siapa saja para pekerja malam yang tidur, tidur-tiduran, tertidur dan lain-lain yang terkait tidur. Jika ketangkap, siap-siaplah untuk menerima hukuman berat: SP2.
Ketakutan berkembang di seluruh pekerja. Management by terror, seorang senior menyebutkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar